Header Ads

Pesilat Misbahul Ulum Tuntaskan Long March 12 Kilometer



63 Pesilat Misbahul Ulum Tuntaskan Long March 12 Kilometer

Lhokseumawe — Sebanyak 63 santri putra yang tergabung dalam Persatuan Silat Misbahul Ulum (Persimu) berhasil menuntaskan long march sejauh 12 kilometer pada Minggu (17/05/2026). 

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental pesilat, sekaligus persiapan menghadapi berbagai ajang kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

Long march dimulai dari kompleks pesantren di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, kemudian melintasi kawasan Line Pipa dan berakhir di Waterboom Blang Mangat Ceria. 

Kegiatan tahunan tersebut diikuti para santri yang telah lolos seleksi latihan fisik intensif selama satu bulan.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Martunis, mengatakan long march merupakan agenda rutin pembinaan bagi anggota silat Tapak Suci di lingkungan pesantren. Menurutnya, kegiatan itu bertujuan membentuk kekuatan fisik sekaligus ketahanan mental para santri.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih fisik dan mental setiap anggota silat pesantren. 

Dengan iman dan takwa kita menjadi kuat, tanpa iman dan takwa kita menjadi lemah,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, setiap program yang dilaksanakan di pesantren tidak hanya berorientasi pada pembinaan keterampilan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan dan ibadah. Melalui kegiatan fisik seperti long march, santri dibiasakan memiliki disiplin, daya juang, serta ketenangan berpikir dalam menghadapi tantangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut atlet dan pelatih silat nasional, Uswaturridha, pembina silat pesantren Hasballah, para wakil direktur, serta seluruh santri putra yang tergabung dalam Persimu.

Hasballah menjelaskan, sebelum pelaksanaan long march, para peserta telah menjalani latihan fisik secara bertahap selama sebulan penuh. Program latihan dilakukan setiap sore melalui lari maraton dari Desa Meuria Paloh mengelilingi kawasan Simpang Line.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan stamina prima para pesilat, terutama bagi santri yang dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Pekan Olahraga Pelajar Daerah, dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

“Awalnya sekitar 100 santri mendaftar, namun setelah melalui latihan rutin dan seleksi fisik, hanya 63 santri yang mampu bertahan dan mengikuti long march ini,” katanya.

Ia menambahkan, pencak silat, khususnya Tapak Suci, tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan pembelajaran melalui alam, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan. 

Ke depan, kegiatan long march direncanakan akan dipadukan dengan ujian kenaikan tingkat bagi para pesilat.

Salah seorang peserta, Muhammad Maulana Afrail, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Santri kelas VII Tsanawiyah itu menilai rute sejauh 12 kilometer dapat dilalui dengan baik apabila peserta memiliki keyakinan dan disiplin dalam berlatih.

Ia mengaku selama ini para peserta mendapatkan pembinaan fisik dan mental secara rutin dari pelatih silat bertaraf nasional. Hal itu mendorong dirinya untuk mengikuti jejak para senior yang telah meraih prestasi pada berbagai kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

“Melalui long march, kami belajar bahwa kemenangan bukan hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga mental yang kuat dan semangat pantang menyerah,” pungkasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.