Header Ads

Aroma Coklat Cado tercium Sampai Meuligo Aceh Utara


Pagi baru saja terang dan sinar matahari menerebos helaian daun angsana menerpa wajah berkeringat,  peluh membasahi wajah Ganteng Deddi Iswanto Ibrahim owner Coklat Cado.

Hari itu adalah 20 Juli 2018, ketika dedy masih sibuk membolak-balikkan coklat dibelanga yang sedang disangrainya itu hampir matang,  terdengar suara telpon gemgamnya berbunyi dari dalam rumah kayu miliknya.


Bergegas Dedy mengambil dan dari seberang terdengar suara Pak Camat Banda Baro Nawafil Mahyuda memberitahukan bahwa Isteri Bupati Cek Mad akan berkunjung ke Rumah Saya,  untuk melihat produk Cado's Home Foof Industry yang sudah tak asing lagi terdengar dengan cita rasanya yang khas itu.


Tanpa basa basi saya langsung mengiyakan,  bahwa saya akan menunggu kedatangan beliau, sampai disitu saya masih biasa saja terhadap informasi tersebut hingga berselang jam kemudian saya juga ditelepon oleh ibu Mulyani dari Dinas Perdagangan, perindustrian,  koperasi dan usaha kecil menengah juga memberitakan hal yang sama.  Kali ini saya sudah yakin bahwa ini informasi benar.

Keesokan harinya tepatnya senin 23 Juli 2018 saya kembali mendapat pemberitahuan bahwa nanti bakda zuhur Ibu (isteri bupati) akan mendatangi tempat produksi Coklat Cado,  sejurus kemudian Bapak Camat Nawafil juga mengimformasikan hal yang sama.

Bener saja tepat jam 15 sore hari menjelang Ashar Ibu Bupati Cut Ratna Irawati dan rombongan dekranasda (ibu Helmiah dan Rosminar) serta Staf kecamatan Banda Baro tampak hadir bersama.


Setelah melihat-lihat akhirnya duduk lesehan atau bersila saja dilantai beralas tikar pandan dan karpet. Sungguh pemandangan apa adanya dan tanpa basa-basi tak ada yang ditutupi oleh dedy owner Coklat Cado, obrolan ringan sambil tawa pun dimulai oleh Ibu Cut Ratna Irawati tentang maksud dan tujuan kedatangannya,  bahwa Dekranasda bermaksud memboyong Produk Cado coklat untuk diikutkan dalam Pekan Kebudayaan Aceh yang akan dihelat tanggal 7 hingga 15 Agustus tersebut di Banda Aceh mendatang.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Cut. Memotivasi bahwa untuk sukses tak perlu berharap banyak dari orang lain,  namun harus ada keinginan kuat dari dalam diri sendiri untuk bangkit dan maju atas hasil perjuangan juga peluh sendiri bukan dari meminta minta.  Saya menyukai ada orang yang kreatif seperti ini, saya akan bantu promisi dan cari pasar buat produk cado ini karena kalau urusan produksi Pak Dedy tentu lebih mahir dari saya tambahnya.

Ketika ditanya sudah sampai mana penjualannya,  saya jawab Coklat ini sudah produksi sejak 2010 lalu dan pemasarannya mulai dari Banda Aceh hingga Langsa sepanjang pantai timur aceh. Juga saya menjual di Market place seperti blanja.com, tokopedia,  sphie,  buka lapak serta menjual melalui Sosial Media,  Instangram,  Facebook,  whatsupp. Lalu juga menjual di even pameran dari dinas terkait dan BUMN.

Di akhir pertemuan tersebut Ibu Cut seperti halnya Ibu Mulyani dari dinas perindustrian mengatakan bahwa beliau tidak menjanjikan apapun untuk bantuan peralatan produksi,  beliau malah menyarankan bila sudah mampu membeli peralatan sendiri itu jauh lebih memuaskan, karena merupakan buah dari perjuangan sendiri.

Saya hanya membatin dan mengiyakan karena semenjak hampir sepuluh tahun terakhir saya berusaha saya tidak berharap banyak pada bantuan hibah pemerintah,  dikarenakan saya mau membuat dan membangun usaha,  dengan tidak atau adanya bantuan pemerintah saya tetap terus berusaha.  Lagian saya ingin berusaha bukan membuat proposal Usaha,  timpal dedy sambil sloroh.

Di akhir Pertemuan DedyCado mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan ibu Cut Ratna Irawati ketempat produksi Ka Cho,  dan juga terimakasih banyak atas keinginannya membawa produk Cado Coklat ke Arena PKA tahun ini di Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 15 agustus 2018.

Salam
Deddi Iswanto Ibrahim
Owner Cado's Home Food Induatry.

Coklat Cado


WA:081360357736
IG:Cado Coklat
FB: Cado's Home Food Industry




Diberdayakan oleh Blogger.