Header Ads

5 W 1 H DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Oleh : Faurizal Moechtar

Dalam ilmu jurnalistik kita mengenal 5W 1H, 5W 1H ini merupakan singkatan dari sejumlah Kata Tanya dalam bahasa  Inggris yang terdiri dari what, who, when, where ,why dan how. Menarikya selain dalam bahasa Inggris ternyata singkatan cantik seperti 5W 1H ini juga dapat disingkat dalam Bahasa Aceh yang juga terdiri dari sejumlah Kata Tanya yang harus terungkap dalam sebuah penulisan berita atau laporan investigasi, singkatan tersebut adalah 5P1 S (Pu, Pat, Pajan, Pakon, Pakiban dan So).

Sebagai orang fisik (Fisik ; jurusan IPA Fisika pada SMA), ketika pertama sekali mendengar Rumus 5W 1H, penulis mengira itu adalah rumus senyawa kimia tak ubah sepeti rumus Kimia H2SO4, H2O, O2, CH2 dan lainya, yang semua itu hanya bisa diselesaikan  secara matematis.

Ternyata 5W 1H adalah rumus baku yang kerap digunakan oleh Jurnalis untuk membuat sebuah berita  yang menarik untuk dibaca, bila sebuah berita disajikan dengan rumus 5W 1H maka berita itu akan dianggap sempurna oleh pembaca, karena semua pesan tersampaikan kepada seorang komonikan tanpa harus bertanya kembali. 

Rumus 5W 1H ini ditemukan oleh seorang sastrawan inggris penerima hadiah nobel kesusasteraan yang bernama Rudyard Kipling pada tahun 1907. Menurut Rudyard Kipling 5W 1H sangat membantu seorang Jurnalistis untuk membuat sebuah berita, dimana W yang pertama adalah What, W yang kedua adalah Who, W yang ketiga adalah Where, W yang keempat adalah When dan W yang kelima adalah Why, sedangkan H adalah How.

Kelima kepanjangan dari huruf W dan H tersebut adalah kata tanya yang harus terjawab atau terungkap dalam sebuah penulisan berita atau sebuah laporan kerja investigasi. Misalnya untuk unsur W yang pertama What, seorang pekerja investigasi harus mampu mengungkapkan “Apa yang telah terjadi ?”, misalnya sebut saja telah terjadi pembakaran sekolah di samalanga. 

Untuk unsur W yang kedua Who, pertanyaannya yang harus diungkapkan oleh seorang investigator adalah “Siapa pelaku pembakaran sekolah tersebut ?”, dan unsur W yang ketiga Where, karena pada alinia sebelumnya telah terjawab bahwa yang dibakar adalah sebuah sekolah di samalanga, di sini pekerja investigasi atau peliput berita harus mampu mengungkapkan secara lebih detil tentang keberadaan sekolah tersebut. Misalnya yang terbakar adalah SMAN 2 Lhoktem Samalanga.

Sedangkan unsur W yang keempat When, seorang jurnalis atawa pekerja investigasi dalam laporanya harus berupaya mengungkapkan “kapan kejadian sekolah tersebut di bakar ?”, lalu untuk W yang kelima Why pembuat laporan harus berupaya mencari informasi “Mengapa sekolah tersebut dibakar ?”. kemudian melaporkan sesuai dengan hasil yang telah didapatkan. Dan yang terakhir adalah unsur H yang merupakan singkatan dari How, disini seorang pembuat berita dituntut harus mampu diskripsikan bagaimana kejadian pembakaran SMAN 2 Lhoktem Samalanga dilakukan ?.
Nah, dengan mengikuti kaedah 5W 1H sangat membantu kita untuk menyusun berita atau laporan  investigasi secara cepat, sistematis, menarik dan mudah dipahami.  Bukan hanya itu, Bahkan seorang motivartor kubik Leadership Jamil Azzini memanfaatkan Rumus ampuh jurnalistik ini sebagai Instrumen motivasi ‘Sukses Mulia’ beliau mengatakan “ 5W 1H tidak hanya bisa berguna dalam dunia jurnalistik tetapi juga untuk kehidupan kita sehari-hari, Sering-seringlah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri menggunakan 5W 1H ini ”.

Dalam upaya mendapatkan Kesuksesan dan kemuliaan Jamil Azzini memberi contoh penggunaan 5W 1H ini, misalnya Why, mengapa hidup saya masih seperti ini?, Mengapa saya belum punya karya padahal status saya karyawan. Bukankah pengertian hartawan itu orang yang banyak harta, dermawan adalah orang yang banyak berderma. Karyawan seharusnya orang yang punya banyak karya. Tetapi mengapa saya belum punya karya?.

What, apa yang ingin saya banggakan di hadapan Sang Pencipta, orang tua, pasangan hidup dan juga orang-orang di sekitar saya ?,  Bekal apa yang ingin saya bawa saat kelak dipanggil oleh-Nya. Jejak apa yang ingin saya tinggalkan di semesta?.

When, kapan saya ingin segera memperbaiki diri?, Saran Jamil Azzaini “detik ini juga, jangan tunda-tunda karena kematian tak mengenal usia”. Kapan juga saya ingin membahagiakan orang-orang yang saya cintai?.

Who, siapakah yang ingin saya jadikan partner sukses saya ?, Siapakah guru kehidupan saya?, Siapakah orang-orang yang akan saya jadikan sahabat baik saya . Ingat, kualitas sahabat saya itu juga menentukan kualitas hidup saya.

Where, dimana saya ingin lebih banyak aktif ?, Dimana saya ingin banyak belajar ?, Dimana bisnis saya ingin saya kembangkan?, Dimana kelak tempat terbaik yang Anda impikan?, Dimana kira-kira tempat kehidupan abadi saya, surga atau neraka?

Sedangkan How Jamil Azzini memberikan contoh pertanyaan pada diri sendiri “Bagaimana saya akan meraih kehidupan terbaik Sukses Mulia?, Bagaimana caranya saya membahagiakan orang-orang yang saya cintai. Bagaimana agar nama saya dikenang oleh anak cucu saya? ”.
Berdasarkan sejumlah pertanyaan  yang dikemas sedemikian rupa oleh Jamil Azzaini Ternyata 5W 1H juga ampuh untuk membangkit kesadaran kita sebagai orang yang kurang percaya diri, membangkit kesadaran kita sebagai orang yang kurang bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki, dan juga ampuh membangkitkan kita untuk bekerja keras agar mendapatkan Kesuksesan dan kemuliaan.

Aceh 5P 1S

Seperti yang  penulis gambarkan pada alinia pertama “ Selain dalam bahasa Inggris ternyata singkatan cantik seperti 5W 1H ini juga dapat disingkat dalam Bahasa Aceh yaitu 5P 1S yang terdiri dari Pu, Pat, Pajan, Pakon, Pakiban dan So.

5W 1H atau what, who, when, where, why dan how kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah what artinya Apa, who artinya Siapa, when artinya kapan , where artinya dimana, why artinya mengapa dan how berarti bagaimana. Lalu terjemahan dalam bahasa Indonesia itu ‘Apa, siapa, kapan, dimana, mangapa dan bagaimana’ disingkat menjadi sebuah rumus agar menarik dan mudah diingat seperti 5W 1H maka singkatan tersebut adalah ASKDB, “he…he..sungguh terlalu, sebuah singkatan yang tidak menarik dan tidak mudah diingat”. 

Sementara itu, 5P 1S dimana P yang pertama adalah Pu bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya Apa,  P yang kedua adalah Pat artinya Dimana. Sedangkan P yang ketiga adalah Pajan bermakna Kapan, P yang keempat adalah Pakon yang bermakna dalam bahasa Indonesia adalah Mengapa, P yang ke lima adalah Pakiban yang artinya Bagaimana, sedangkan yang terakhir adalah S merupakan singkatan dari So yang artinya Siapa.

Pu, Pat, Pajan, Pakon, Pakiban dan So adalah sejumlah Kata Tanya dalam bahasa Aceh yang dapat membentuk kalimat Tanya seperti halnya what, who, when, where, why dan how dalam bahasa Inggris. Intinya adalah Inggris Punya 5W 1H, Aceh Punya 5P 1S.


Faurizal Moechtar (Alumnus Pelatihan Jurnalistik Gema Baiturahman 1996 dan Mantan Pemred. Haba KARMA).
Powered by Blogger.